Penilaian Karakter Berbasis Profil Pelajar Pancasila Diperkuat di SMAN 1 Kecamatan Guguak
SMAN 1 Kecamatan Guguak terus memperkuat pengembangan sikap dan kepribadian murid sebagai bagian dari pembentukan profil lulusan yang utuh. Program penilaian karakter mulai diterapkan sejak Semester II Tahun Ajaran 2023/2024, tepatnya pada Januari 2024, sebagai upaya terencana dan berkelanjutan untuk memantau, mendokumentasikan, serta mengevaluasi sikap, perilaku, nilai, dan kompetensi sosial-emosional murid, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
“Program ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam memberikan pembelajaran yang menyeluruh, tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada sikap dan keterampilan yang mencerminkan Profil Pelajar Pancasila,” ujar Kepala SMAN 1 Kecamatan Guguak, Lisa Lazwardi, M.Pd.
Pelaksanaan program tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan sekolah untuk memberikan apresiasi terhadap perubahan sikap positif murid dalam kehidupan sehari-hari. Inisiatif ini juga menjadi bentuk penghargaan bagi guru dan tenaga kependidikan yang secara konsisten membina serta mendampingi murid dalam membudayakan perilaku baik dan disiplin positif di lingkungan sekolah. Upaya pembinaan sikap ini dipandang sebagai tanggung jawab pendidik dalam mewujudkan proses belajar yang holistik, mencakup aspek akademik, sikap, dan keterampilan.
Perumusan nilai-nilai utama dilakukan melalui rapat Tim Pengembang Kurikulum (TPK) berdasarkan dimensi Profil Pelajar Pancasila. Dari enam dimensi tersebut, sekolah menetapkan lima karakter utama, yakni religius, disiplin, aktivis, peduli sesama, serta peduli lingkungan. Nilai religius dan disiplin mencerminkan dimensi beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia. Sementara itu, sikap aktif dan partisipatif merangkum nilai mandiri, kreatif, dan bernalar kritis. Adapun kepedulian terhadap sesama dan lingkungan dinilai mencakup keseluruhan dimensi Profil Pelajar Pancasila yang tampak dalam keseharian murid.
Program ini terinspirasi dari hasil evaluasi pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5). Sekolah menilai bahwa sikap positif tidak hanya muncul saat kegiatan proyek berlangsung, tetapi juga tercermin dalam aktivitas harian murid. Oleh karena itu, pemantauan sikap diperluas ke dalam keseharian melalui instrumen yang disusun secara kolaboratif oleh Tim Pengembang Kurikulum, guru mata pelajaran, guru bimbingan dan konseling, serta guru agama.
“Instrumen yang digunakan disusun berdasarkan pengalaman Bapak dan Ibu wali kelas dalam mengamati keaktifan siswa di kelas maupun dalam kegiatan organisasi, serta penilaian dari guru agama yang terlibat dalam kegiatan religius dan MBO untuk menentukan tingkat partisipasi siswa,” kata Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 1 Kecamatan Guguak, Reni, S.Pd.
Pada tahap awal penerapan, tantangan sempat muncul dalam penentuan murid terbaik sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Beberapa orang tua menyampaikan keberatan karena belum memahami mekanisme penilaian yang melibatkan seluruh guru mata pelajaran dan wali kelas. Namun, setelah sekolah memberikan penjelasan secara terbuka terkait proses dan instrumen yang digunakan, pada semester berikutnya tidak lagi ditemukan protes dari orang tua atau wali murid.
Unsur pimpinan sekolah turut terlibat langsung dalam perumusan awal melalui diskusi bersama Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Kesiswaan, serta Sarana dan Prasarana. Program pembinaan sikap ini telah terintegrasi dengan proses pembelajaran, diterapkan secara bertahap, dan dilaksanakan satu kali setiap semester. Hingga kini, kegiatan tersebut telah berjalan selama tiga semester dengan respons yang sangat positif dari para guru.
Pembentukan sikap murid bahkan telah dimulai sejak Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Pada tahap ini, siswa dibekali nilai-nilai dasar sebagai fondasi awal pembentukan sikap, khususnya kepemimpinan, tanggung jawab, dan kerja sama. Melalui keterlibatan dalam kegiatan organisasi dan kesiswaan, siswa belajar mengenal kejujuran, gotong royong, disiplin, serta kepedulian sosial dan lingkungan.
“Sejak MPLS, nilai-nilai tersebut sudah mulai kami tanamkan agar siswa siap menjadi pribadi yang bertanggung jawab dan memiliki kepedulian sosial,” tutur Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 1 Kecamatan Guguak, Drs. Suzana Siregar, M.Si.
Penerapan program ini dinilai membawa dampak positif terhadap keterlibatan siswa dalam berbagai kegiatan sekolah. Murid menjadi lebih aktif, antusias, bertanggung jawab, serta berani menerima konsekuensi atas setiap tindakan yang dilakukan. Ketua OSIS SMAN 1 Kecamatan Guguak, Assyifa Mardatillah, mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut mendorong dirinya menjadi lebih disiplin, peduli terhadap lingkungan, serta lebih taat dalam menjalankan kegiatan keagamaan.
“Program ini membuat saya lebih disiplin dan semakin peduli terhadap lingkungan serta kegiatan keagamaan di sekolah,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua OSIS SMAN 1 Kecamatan Guguak, Agung Pratama Ramadhan. Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan dorongan positif bagi siswa untuk membiasakan perilaku baik.
“Upaya ini membuat murid lebih taat kepada ajaran agamanya, seperti dengan menyelenggarakan salat berjemaah. Ketika siswa diapresiasi, mereka akan terbiasa melakukan hal tersebut ke depannya,” paparnya.
Sementara itu, guru mata pelajaran Bahasa Inggris SMAN 1 Kecamatan Guguak, Lastra, M.Pd., menyampaikan bahwa dirinya mulai terlibat dalam proses ini sejak tahun lalu, seiring pelaksanaan Kurikulum Merdeka yang dilanjutkan melalui Kurikulum Pembelajaran Mendalam.
“Pada awal penerapannya, pengamatan lebih difokuskan pada sikap siswa di kelas, seperti keimanan, ketakwaan, dan tanggung jawab dalam mengerjakan tugas,” terangnya.
Menurutnya, nilai yang paling ditekankan adalah beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa karena agama dipandang sebagai fondasi utama pembentukan kepribadian siswa. Selain itu, sikap tanggung jawab juga menjadi fokus penting agar siswa terbiasa bersikap disiplin dalam kehidupan sehari-hari. Seiring penerapan yang konsisten, sekolah mulai melihat peningkatan sikap religius dan disiplin siswa, terutama dalam pelaksanaan salat Zuhur yang kini berlangsung lebih tertib dan teratur.
Meski perubahan sikap secara menyeluruh membutuhkan waktu dan tidak dapat dinilai secara instan, pihak sekolah meyakini bahwa nilai-nilai yang ditanamkan secara konsisten akan tumbuh dan memberikan dampak positif bagi kehidupan murid di masa depan. (Jurnalis PPID SMAN 1 Kec. Guguak, Rahmah Renova)

-100x100.jpeg)
-100x100.jpeg)



-100x100.png)